Waspadai 3 Jenis Penipuan yang Sering Menjebak Pengguna Pinjaman Online Ini
Others

Waspadai 3 Jenis Penipuan yang Sering Menjebak Pengguna Pinjaman Online Ini

Sudah menjadi pengguna pinjaman online? Atau kamu saat ini baru tertarik untuk apply? Jangan sampai lengah ya, sebaiknya selalu waspada ketika menggunakan aplikasi fintech atau pinjaman yang berbasis online. Sebab, banyak celah kejahatan yang mengintai dan cukup marak terjadi pada nasabah kredit online belakangan ini.

Utamakan untuk selalu mengecek kredibilitas fintech atau aplikasi kredit online sebelum kamu menggunakannya. Untuk meminimalisir penipuan, pilih yang sudah terdaftar di OJK, punya teknologi mumpuni dan jaminan kebijakan privasi yang jelas. Rekomendasi saya untuk aplikasi kredit online adalah Kredivo. Selain sudah punya izin dari OJK dan menerapkan teknologi enkripsi data, suku bunga Kredivo juga paling rendah dibanding aplikasi kredit online lainnya. Cuma 2,95% per bulan, sedangkan yang lain bisa sampai 30% per bulan.

Nah, secara umum, ada tiga jenis modus penipuan kredit online yang perlu kamu waspadai. Apa saja? Berikut ini ulasannya.

Meminta transfer sejumlah uang muka sebagai syarat pencairan & memberi tawaran kenaikan atau pencairan limit pinjaman

Modus penipuan jenis ini sering berhasil sebab nasabah kredit online biasanya datang dalam keadaan butuh dan sangat mendesak. Modus ini biasanya dilakukan oleh pihak lain di luar aplikasi itu sendiri. Entah datanya didapat dari kebocoran, jual beli data, atau yang lainnya. Yang pasti, oknum yang melancarkan aksi ini tahu kalau kamu sedang mengajukan pinjaman dan belum cair. Di sinilah, oknum tersebut akan beraksi menawarkan angin segar berupa janji pencairan dana atau limit pinjaman yang besar dengan syarat nasabah mau transfer uang ‘pelicin’ atau uang muka.

Apabila menemui kasus seperti ini, jangan terburu-buru transfer tanpa mengecek kembali kebijakan aplikasi kredit online yang bersangkutan. Jika uang muka ini tertera dalam tahapan pinjaman yang harus kamu lalui dan informasinya ada di situs atau aplikasi pinjaman, maka kamu boleh aja melakukannya. Tetapi, kalau tidak, maka kamu harus waspada.

Dengan Kredivo, misalnya, untuk pendaftaran atau pengajuan pinjaman sama sekali tidak dikenakan biaya apa pun. Kamu tinggal download aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Pastikan juga kamu memenuhi tiga syarat berikut ini: sudah berusia minimum 18 tahun, berpenghasilan tetap per bulannya minimal Rp 3 juta, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Setelah itu, buka aplikasi dan klik “Apply for Kredivo”. Kamu akan ditawarkan dua opsi akun, yaitu akun Basic dan Premium. Limit kredit yang diberikan Kredivo untuk akun Premium, maksimal bisa mencapai hingga Rp 30 juta, namun dalam bentuk nontunai. Limit kredit ini bisa digunakan oleh nasabah atau penggunanya untuk belanja cicilan aneka barang di 250 lebih e-commerce rekanan Kredivo (Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dsb) dan bisa juga untuk dicairkan jadi pinjaman tunai. Sebelum ada fitur pinjaman tunai di aplikasi Kredivo, sangat banyak tawaran yang beredar di media sosial untuk mencairkan limit di akun Kredivo jadi uang tunai. Perlu dicatat, hal ini pastinya ilegal & sangat berisiko tinggi terjadi pembajakan akun.

Sekarang ini, di aplikasi Kredivo sudah ada fitur pinjaman mini dan pinjaman jumbo yang resmi. Jadi, kalau kamu mau pinjam bisa langsung mencairkan limit yang dimilikinya lewat fitur resmi yang tersedia. Untuk pinjaman mini, jumlah pinjaman yang bisa diajukan minimal adalah Rp 500 ribu, dengan tenor maksimal 30 hari untuk pengembalian. Sementara untuk pinjaman jumbo, jumlah pinjaman yang bisa diajukan minimal adalah Rp 1 juta, dengan pilihan tenor angsuran 3 bulan atau 6 bulan. Suku bunga yang diberikan Kredivo untuk pinjaman ataupun cicilan barang hanya 2,95% per bulan.

Menawarkan jasa pelunasan atau penghapusan data pinjaman online

Modus penipuan yang satu ini kerap mengintai mereka yang sudah telanjur terjerat utang di banyak aplikasi kredit online, terutama yang ilegal. Pelaku umumnya akan menawarkan jasa penghapusan data dengan dalih sebagai ahli teknologi atau orang yang bekerja di perusahaan kredit online tempat nasabah yang terkait berutang. Untuk jasa menghapus data, pelaku atau oknum ini akan meminta bayaran beberapa persen dari total pinjaman kamu.

Misalnya, kamu berutang Rp 3 juta, pelaku meminta biaya imbal jasa sebesar 5 – 10% dari Rp 3 juta, yaitu sekitar Rp 300 ribu. Makin besar jumlah pinjaman, akan makin besar juga biaya imbalan yang diminta. Yang harus dicatat, uang yang kamu pinjam hanya bisa dilunasi dengan cara membayarnya, bukan penghapusan data. Sebab, setiap aplikasi pinjaman online, pasti memiliki teknologi sendiri untuk menyimpan dan mengamankan data nasabahnya, sehingga tidak akan semudah itu untuk dihapus.

Menggunakan modus phising mengatasnamakan CS pinjaman online

Modus ini sering terjadi pada nasabah yang menggunakan aplikasi kredit online dengan limit nontunai seperti Kredivo. Untuk modus ini, pelaku juga sudah memiliki data-data pribadi nasabah, mulai dari nomor telepon, username, password, hingga OTP. Pelaku akan menguras habis limit pinjaman di aplikasi pinjaman online dengan menggunakan akses login kamu yang sudah diketahui tersebut.

Caranya, pelaku akan melakukan sebuah transaksi dengan login ke akun kamu dan kemudian menelepon dengan mengaku-ngaku sebagai pihak CS atau bahkan pihak bank. Tujuannya nggak lain nggak bukan adalah untuk meminta kode OTP yang terkirim otomatis ke hp kamu. Yang sangat perlu diwaspadai, pelaku juga biasanya menggunakan nomor telepon yang mirip dengan nomor CS fintech atau bank untuk mengelabui orang yang diincarnya agar percaya dan memberi OTP dengan sukarela.

Berkaca dari kasus ini, maka penting sifatnya untuk memilih fintech yang punya jaminan keamanan data dan jaminan tidak memperjualbelikan atau menyewakan data-data nasabah ke pihak ketiga. Kalau tidak, maka penipuan jenis ini akan semakin marak. Tidak perlu khawatir kalau kamu menggunakan Kredivo, sebab di dalam kebijakan privasinya, Kredivo menjamin bahwa data-data nasabah sangat aman dan tidak akan disewakan atau diperjualbelikan ke pihak ketiga.